EraTimes. SPORT – Pep Guardiola mengaku kecewa setelah Manchester City gagal meraih kemenangan saat bertandang ke markas Sunderland dalam lanjutan Premier League, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Laga yang berlangsung di Stadium of Light tersebut berakhir dengan skor imbang 0–0, meski City tampil dominan sepanjang pertandingan.
Sejak pertandingan dimulai, Manchester City langsung menguasai permainan. Tim tamu mengontrol bola dan terus mengganggu pertahanan Sunderland. Sampai peluit panjang dibunyikan, beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi City dalam persaingan perebutan gelar juara Liga Inggris. Pasukan Guardiola kini tertinggal empat poin dari Arsenal yang masih memimpin klasemen sementara. Dengan kompetisi yang semakin ketat, hasil ini memperkecil ruang kesalahan City dalam sisa musim.
City seharusnya dapat memperoleh tiga poin secara statistik karena mereka memiliki nilai expected goals (XG) sebesar 2,25 dari empat belas tembakan dan memiliki lima peluang emas. Namun, kemenangan tersebut tidak berbuah gol karena pertahanan Sunderland yang ketat dan kurangnya penyelesaian akhir.
Guardiola menilai hasil ini tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Ia menyebut timnya telah bermain dengan intensitas tinggi dan menciptakan banyak peluang berbahaya. Menurutnya, City seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari laga tersebut.
Di sisi lain, Sunderland kembali menunjukkan kekuatan mereka saat bermain di kandang. Hingga pekan ke-19 musim 2025/2026, tim promosi tersebut tercatat belum pernah menelan kekalahan di Stadium of Light. Catatan ini semakin menegaskan bahwa markas Sunderland merupakan salah satu stadion yang sulit ditaklukkan oleh papan atas di Premier League.
Sebelum menghadapi City, Arsenal juga gagal meraih kemenangan di stadion yang sama dan hanya mampu bermain imbang 2–2. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Sunderland mampu tampil kompetitif saat menghadapi tim-tim papan atas.
Mantan pemain Manchester City yang kini menjadi pandit, Micah Richards, memberikan pujian kepada Sunderland. “Saya tidak terlalu khawatir dengan Manchester City, karena hal itu justru akan merendahkan Sunderland yang tampil luar biasa,” ujar Richards, dikutip langsung dari Kompas.com dalam siaran Sky Sports.
Richard menyatakan bahwa Sunderland menunjukkan pertahanan yang kuat dan sistem permainan yang kuat, serta kemampuan transisi bertahan mereka yang efektif untuk mengurangi tekanan di kota.
Menurutnya, hasil imbang ini merupakan buah dari kerja kolektif dan pendekatan taktis yang matang, bukan semata-mata akibat kegagalan City memanfaatkan peluang.
Dengan hasil ini, Sunderland semakin memperkuat reputasi mereka sebagai tim promosi yang mampu beradaptasi dengan intensitas Premier League. Sementara itu, jika mereka ingin tetap bersaing dalam perburuan gelar juara musim ini, Manchester City harus segera bangkit dan meningkatkan kinerja lini serang mereka.









