Eratimes, PONTIANAK, – Ajang pengembangan talenta muda futsal bergengsi di Kalimantan Barat, Pontianak Futsal Series 2026, resmi mencapai puncaknya pada malam final yang berlangsung meriah di GOR Terpadu A. Yani, Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026) malam.
Pada babak pamungkas ini, SMA Santun Untan Pontianak berhasil mengukuhkan diri sebagai juara musim 2026 setelah menampilkan performa gemilang sepanjang laga final.
Malam puncak turnamen ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat, Daud Yordan. Turut mendampingi jajaran pengurus KONI Kalbar lainnya, antara lain Bendahara Umum Ariandi, Kabid. Binpres Damianus Yordan, Kabid. Pendidikan Irham Chandra, beserta jajaran pengurus lainnya.

Hadir pula Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalimantan Barat yang juga menjabat sebagai Kabid. IPTEK dan Sains Olahraga Pengprov KONI Kalbar, Fery Adrian Pangkey.
Dukungan KONI Kalbar untuk Pembinaan Talenta Muda
Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Pontianak Futsal Series 2026 sebagai wadah positif bagi pembinaan atlet muda daerah.
”Pontianak Futsal Series 2026 bukan sekadar turnamen biasa, melainkan wadah krusial untuk menempa mental, kedisiplinan, dan skill para atlet muda Kalimantan Barat. Saya melihat potensi luar biasa dari para pelajar yang bertanding malam ini. Jangan pernah cepat berpuas diri dengan capaian yang ada. Teruslah berlatih dengan tekun, junjung tinggi sportivitas, dan tanamkan mimpi besar bahwa dari lapangan ini, kalian bisa melangkah menuju panggung futsal nasional bahkan internasional,” ujar Daud Yordan.
Apresiasi dan Harapan dari AFP Kalbar
Senada dengan hal tersebut, Ketua AFP Kalbar, Fery Adrian Pangkey, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besarnya terhadap keberlanjutan pembinaan futsal di Kalimantan Barat.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya gelaran Pontianak Futsal Series 2026—mulai dari panitia, KONI Kalbar, pihak sekolah, hingga para suporter yang hadir tertib. Kepada seluruh pemain, baik yang meraih juara maupun yang belum berkesempatan menang, jadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan. Kami berharap semangat bertanding dan persaudaraan ini terus terjaga, serta lahir atlet-atlet futsal andalan yang kelak mengharumkan nama Kalimantan Barat,” tutur Fery Adrian Pangkey.
Dengan berakhirnya Pontianak Futsal Series 2026, diharapkan kompetisi-kompetisi usia muda dapat terus bergulir secara berkelanjutan guna mendukung regenerasi atlet futsal berprestasi di Kalimantan Barat. (oz)









