EraTimes. JAKARTA – Setelah mencatatkan performa kinerja yang melesat sepanjang tahun 2025, Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk membawa praktik baik kerukunan Indonesia ke panggung dunia. Sejalan dengan poin pertama Asta Protas Kementerian Agama mengenai penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahun “Internasionalisasi Harmoni Indonesia” melalui peluncuran program unggulan bertajuk INSPIRE.
INSPIRE merupakan sebuah forum dialog kerukunan dan ekoteologi tingkat tinggi yang akan mempertemukan tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh penjuru dunia di Indonesia pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk mendiskusikan kaitan erat antara nilai-nilai agama dengan pelestarian alam, sekaligus menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan secara langsung bagaimana kerukunan umat beragama dapat menjadi solusi bagi krisis kemanusiaan dan lingkungan global.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D. (Gus Adib), menegaskan bahwa program INSPIRE 2026 adalah puncak dari keberhasilan PKUB tahun 2025. Berdasarkan survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag RI, Indonesia saat ini memiliki modal sosial yang luar biasa dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Nasional yang mencapai skor tertinggi sepanjang sejarah, yakni 77,89.
“Visi Menag Nasaruddin Umar sangat jelas: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi inspirasi dunia. Dengan skor IKUB yang melompat signifikan dan meningkatnya jumlah provinsi kategori ‘Sangat Tinggi’ dari 5 provinsi (2024) menjadi 14 provinsi (2025), kita memiliki legitimasi moral untuk memimpin dialog internasional melalui INSPIRE 2026 nanti,” tegas Gus Adib.
Kepercayaan diri Indonesia ini diperkuat oleh hasil survei Poltracking yang menempatkan sektor Kerukunan Umat Beragama sebagai capaian kinerja tertinggi dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menjadi fondasi kokoh bagi PKUB untuk terus mematangkan 13 program strategis yang telah sukses di tahun 2025, antara lain:
Akselerasi sistem deteksi dini SI-RUKUN yang kini melibatkan 1.156 penyuluh agama, hingga penguatan basis kerukunan di 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK). Keberhasilan mitigasi terhadap 46 isu kerukunan nasional, penguatan regulasi melalui KMA No. 784/2024, serta ketersediaan 905 mediator bersertifikat menjadi bukti bahwa infrastruktur kerukunan Indonesia sudah siap menuju standar global.
Selain itu, kesiapan internasionalisasi ini telah dimulai dengan internasionalisasi portal berita PKUB ke dalam tiga bahasa asing dan pertumbuhan media digital yang melonjak 3 kali lipat (12,1 ribu pengikut). Program beasiswa interfaith (IIS) dan penghargaan Harmony Award juga terus diperkuat guna mendukung kesuksesan gelaran INSPIRE 2026.
“Di bawah arahan Menag, kita ingin menunjukkan melalui INSPIRE bahwa kerukunan bukan hanya soal tidak adanya konflik, tapi soal kolaborasi nyata lintas iman dalam menjaga bumi. Inilah pesan cinta kemanusiaan yang akan kita kirimkan dari Indonesia untuk dunia,” tutup Gus Adib.
Melalui kepemimpinan visioner Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Indonesia kini berada di ambang sejarah untuk diakui bukan hanya sebagai negara majemuk, melainkan sebagai mercusuar perdamaian dan pusat solusi bagi tantangan agama serta lingkungan di tingkat global.









