Menu ✖

Mode Gelap
 

Nasional · 22 Agu 2025 11:52 WIB

Kasus Korupsi Megaproyek di Mempawah Belum Berakhir, KPK Kembali Panggil Ria Norsan


 Ria Norsan Gabung Gerindra, Terima KTA Langsung dari Sekjen Ahmad Muzani Perbesar

Ria Norsan Gabung Gerindra, Terima KTA Langsung dari Sekjen Ahmad Muzani

Eratimes. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah. Ria Norsan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis, 21 Agustus 2025, sekitar pukul 10.21 WIB.

Pemeriksaan ini berkaitan dengan masa jabatannya sebagai Bupati Mempawah pada periode 2009–2014 dan 2014–2019. Walaupun saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat, statusnya sebagai pejabat aktif menarik perhatian publik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kehadiran Ria Norsan dalam pemeriksaan tersebut. Hingga kini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, dua di antaranya merupakan pejabat negara, dan satu pihak swasta. Namun, identitas tersangka dan rincian lebih lanjut mengenai kasus ini belum diungkapkan.

Kasus dugaan korupsi ini sudah menjadi perhatian utama di Kalimantan Barat. KPK sebelumnya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dua paket pembangunan jalan di Mempawah senilai total Rp 75 miliar. Mei lalu, KPK mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk meminta izin melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatan pejabat daerah dalam kasus ini.

Ria Norsan Gabung Gerindra

Dikutip dari suarakalbar.co.id; M. Husni Thamrien, praktisi politik Kalimantan Barat, menilai bahwa keputusan Ria Norsan untuk bergabung dengan Partai Gerindra adalah pilihan politik yang sah. Menurutnya, tidak perlu ada anggapan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk “mencari aman” atau berlindung dari masalah hukum.

Thamrien juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto, yang memimpin Gerindra, dikenal sebagai sosok yang anti-korupsi. Oleh karena itu, menurutnya, anggapan bahwa Ria Norsan memilih Gerindra untuk menghindari masalah hukum adalah salah.

Namun, pandangan ini berbeda dengan opini publik yang lebih kritis. Beberapa netizen menganggap langkah Ria Norsan bergabung dengan Partai Gerindra sebagai strategi untuk menjaga posisi politiknya, mengingat hubungan partainya dengan partai pengusungnya saat maju dalam pilgub 2024 lalu.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Muhammadiyah Peringatkan Pemerintah: Karhutla Jangan Jadi Bencana Tahunan, Korporasi hingga Pejabat Harus Diusut

21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Apa Kerja Pemerintah?

21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Dipukul Kelompok Berpakaian Preman

21 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Daud Yordan dan Leonardo Yordan Menang di Back to Champion 2026, Rektor Universitas OSO: Kebanggaan Besar Kami

11 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Ketua PB Porprov XIV Ke KONI Pontianak, Satukan Visi Sukseskan Pesta Olahraga Kalbar

1 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Tembus Forum Nasional, Dua Mahasiswa Universitas OSO Ukir Prestasi di Future Leaders Summit 2026

11 September 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional