Eratimes. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah. Ria Norsan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis, 21 Agustus 2025, sekitar pukul 10.21 WIB.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan masa jabatannya sebagai Bupati Mempawah pada periode 2009–2014 dan 2014–2019. Walaupun saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat, statusnya sebagai pejabat aktif menarik perhatian publik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kehadiran Ria Norsan dalam pemeriksaan tersebut. Hingga kini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, dua di antaranya merupakan pejabat negara, dan satu pihak swasta. Namun, identitas tersangka dan rincian lebih lanjut mengenai kasus ini belum diungkapkan.
Kasus dugaan korupsi ini sudah menjadi perhatian utama di Kalimantan Barat. KPK sebelumnya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dua paket pembangunan jalan di Mempawah senilai total Rp 75 miliar. Mei lalu, KPK mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk meminta izin melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatan pejabat daerah dalam kasus ini.
Ria Norsan Gabung Gerindra
Dikutip dari suarakalbar.co.id; M. Husni Thamrien, praktisi politik Kalimantan Barat, menilai bahwa keputusan Ria Norsan untuk bergabung dengan Partai Gerindra adalah pilihan politik yang sah. Menurutnya, tidak perlu ada anggapan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk “mencari aman” atau berlindung dari masalah hukum.
Thamrien juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto, yang memimpin Gerindra, dikenal sebagai sosok yang anti-korupsi. Oleh karena itu, menurutnya, anggapan bahwa Ria Norsan memilih Gerindra untuk menghindari masalah hukum adalah salah.
Namun, pandangan ini berbeda dengan opini publik yang lebih kritis. Beberapa netizen menganggap langkah Ria Norsan bergabung dengan Partai Gerindra sebagai strategi untuk menjaga posisi politiknya, mengingat hubungan partainya dengan partai pengusungnya saat maju dalam pilgub 2024 lalu.









