Eratimes.id, JAKARTA- Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengusulkan reformasi kebijakan subsidi perumahan dengan mengalihkan fokus dari subsidi cicilan rumah ke subsidi lahan. Menurutnya, langkah ini akan lebih efektif menurunkan harga rumah yang semakin melambung akibat mahalnya harga tanah di kawasan perkotaan.
“Sekarang, pengembang dan konsumen berhadapan langsung dengan harga tanah yang tinggi. Subsidi cicilan tidak menyelesaikan masalah karena yang disubsidi tetap angka yang besar,” kata Fahri dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis (21/8).
Fahri menjelaskan bahwa dengan mengalihkan subsidi ke sektor tanah, harga rumah dapat ditekan hingga lebih dari 50 persen. Ia menilai skema ini akan lebih tepat sasaran, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dengan subsidi tanah, kita bisa menciptakan ekosistem perumahan yang lebih terjangkau. Ini akan mengurangi beban cicilan masyarakat secara signifikan,” tambahnya.
Selain itu, Fahri juga mengusulkan rencana pembangunan hunian vertikal di daerah perkotaan. Pemerintah, menurutnya, akan meniru model pembangunan Singapura yang berhasil membangun satu juta unit rumah vertikal.
“Presiden Prabowo sudah menyatakan bahwa kita tidak perlu malu meniru yang baik. Singapura sukses membangun satu juta rumah vertikal, dan kita akan bergerak ke arah itu,” ujarnya.
Fahri juga menyoroti pemanfaatan aset negara di kawasan bantaran sungai atau pantai yang selama ini menjadi wilayah kumuh. Lahan tersebut, menurutnya, berpotensi untuk dibangun rumah susun setinggi tiga hingga lima lantai.
“Lahan itu milik pemerintah. Daripada dibiarkan kumuh, lebih baik ditata, dibangun rusun, dan menciptakan ruang publik baru,” jelas Fahri.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan ruang kota secara lebih efisien, meningkatkan kualitas permukiman, dan mengatasi backlog perumahan nasional yang masih tinggi.









