Eratimes, Jakarta-Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) Seluruh Indonesia menggelar Aksi Nasional bertajuk “Alarm Negeri” di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6). Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian kritik mahasiswa terhadap sejumlah persoalan kebangsaan, mulai dari krisis ekologi, ketimpangan ekonomi, konflik agraria, korupsi, hingga kondisi demokrasi Indonesia.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyoroti arah pembangunan nasional yang dinilai perlu dievaluasi agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.
Koordinator Pusat DEMA PTKIN Seluruh Indonesia, Muhammad Miftahul Rizqi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan publik agar berpihak kepada masyarakat luas.
“Mahasiswa hadir bukan sekadar sebagai penonton sejarah. Melalui Aksi Nasional Alarm Negeri, kami ingin menyampaikan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup, tidak boleh memperlebar ketimpangan, dan tidak boleh membatasi ruang demokrasi. Negara harus memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Rizqi dalam orasinya.









