EraTimes. Nasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian dunia setelah melontarkan pernyataan keras kepada Iran. Ia menegaskan perdamaian hanya bisa terjadi jika Iran menyerah tanpa syarat.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di akun Truth Social miliknya pada Jumat (6/3). Dalam unggahan tersebut, Trump juga menyinggung isu pergantian Pemimpin Tertinggi Iran yang kini menjadi sorotan internasional.
Trump secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Menurutnya, Mojtaba bukan sosok yang tepat untuk membawa Iran menuju perubahan.
“Putra Khamenei tidak dapat diterima bagi saya. Kami ingin seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Tak berhenti di situ, Trump juga memberi sinyal bahwa Amerika Serikat ingin berperan dalam arah kepemimpinan Iran di masa depan. Ia menilai Iran membutuhkan sosok pemimpin baru yang mampu membawa negara itu keluar dari tekanan ekonomi dan konflik berkepanjangan.
“Setelah itu, dan setelah terpilihnya seorang Pemimpin yang hebat dan dapat diterima. Kami, dan banyak sekutu serta mitra kami, akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya,” lanjut Trump.
Pernyataan Trump segera menjadi subjek diskusi yang luas di dunia politik. Komentarnya dianggap berani oleh banyak orang karena menyinggung kepemimpinan Iran di masa depan.
Sikap tersebut dapat memperburuk hubungan antara Washington dan Teheran, menurut beberapa analis. Selama bertahun-tahun, ada ketegangan antara kedua negara ini, terutama karena program nuklir Iran dan persaingan untuk menguasai wilayah Timur Tengah.









