EraTimes. Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengingatkan dampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus memanas. Ia menilai situasi di Timur Tengah tersebut bisa memicu kenaikan harga minyak dunia dan berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia.
Ia memperingatkan konflik di Timur Tengah bisa memicu lonjakan harga minyak dunia dan berdampak pada berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Jusuf Kalla, kawasan tersebut menjadi salah satu jalur utama pasokan energi global sehingga konflik berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.
Menurut Jusuf Kalla, Timur Tengah memiliki peran besar dalam pasokan energi dunia. Jika konflik semakin meluas, jalur distribusi minyak global bisa terganggu dan menyebabkan harga energi naik di berbagai negara.
JK mengatakan kenaikan harga minyak akan menjadi dampak pertama yang terasa. “Pertama tentu harga minyak akan naik. Itu hampir pasti terjadi,” kata Jusuf Kalla. Ia juga mengingatkan gangguan logistik dapat memengaruhi aktivitas warga Indonesia di kawasan tersebut, termasuk jamaah umrah yang berada di Timur Tengah.
Selain itu, konflik di kawasan tersebut juga bisa mengganggu perdagangan internasional. Jalur logistik antara Timur Tengah, Asia, dan Eropa berpotensi mengalami hambatan jika situasi keamanan semakin memburuk.
Jusuf Kalla menambahkan Indonesia masih mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Jika pasokan terganggu, maka ketersediaan bahan bakar juga bisa terdampak.
Ia berharap pemerintah dapat memantau perkembangan konflik tersebut dengan serius. Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal agar dampaknya terhadap energi dan ekonomi Indonesia bisa diminimalkan.Ketegangan di Timur Tengah juga dikhawatirkan mengganggu arus perdagangan global. Jika konflik terus meningkat, jalur logistik yang menghubungkan Timur Tengah dengan Asia dan Eropa bisa mengalami gangguan.
Jusuf Kalla mengingatkan Indonesia masih mengandalkan pasokan minyak dari kawasan tersebut. Jika konflik membuat distribusi minyak terhambat, pasokan bahan bakar di dalam negeri berpotensi ikut terpengaruh.
Ia menilai pemerintah perlu memperhatikan perkembangan konflik tersebut dengan serius. Menurutnya, langkah antisipasi sejak awal penting agar dampaknya terhadap energi dan perekonomian nasional dapat ditekan.









