Menu ✖

Mode Gelap
 

Nasional ยท 14 Jan 2026 15:38 WIB

Jokowi Tegaskan Pertemuan dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Hanya Silaturahmi


 Jokowi Tegaskan Pertemuan dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Hanya Silaturahmi Perbesar

EraTimes. SOLO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan penjelasan terkait pertemuannya dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di Solo. Pertemuan itu berlangsung saat proses hukum terhadap keduanya masih berjalan. Jokowi menyatakan Eggi dan Damai tiba langsung di rumahnya. Jokowi menyatakan bahwa silaturahmi dan kekeluargaan masih penting dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tidak ada agenda hukum atau politik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Jokowi menjelaskan bahwa Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis datang dengan didampingi kuasa hukum mereka. Ia menilai kehadiran pendamping hukum menandakan pertemuan berlangsung secara terbuka. Jokowi menyatakan bahwa dia menerima tamu sebagai warga negara biasa dan menyatakan bahwa rumah pribadinya terbuka untuk silaturahmi. Jokowi mengatakan bahwa penting untuk menjaga nilai kemanusiaan setiap saat, dan hubungan sosial tidak boleh dikaitkan dengan proses hukum.

Jokowi menolak gagasan bahwa pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah. Ia menyatakan bahwa tidak ada diskusi tentang kasus hukum yang sedang berlangsung. Presiden menegaskan bahwa dia tidak dapat mengganggu proses penyidikan. Jokowi menyatakan bahwa aparat penegak hukum bertanggung jawab atas seluruh proses hukum. Ia menekankan bahwa hukum harus dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Jokowi enggan menjelaskan kemungkinan permintaan maaf yang dilakukan selama pertemuan tersebut. Ia berpendapat bahwa pembicaraan pribadi tidak perlu dibicarakan di depan umum. Jokowi menyatakan bahwa tidak perlu membahas masalah ini secara terbuka. Menurutnya, fokus utama masih pada proses hukum yang sedang berlangsung. Jokowi menegaskan sikapnya sudah cukup jelas untuk memahami masyarakat, dan dia menghindari pernyataan yang dapat menimbulkan hal tambahan.

Jokowi menegaskan kembali komitmennya terhadap supremasi hukum dan menegaskan bahwa dia tidak akan mengganggu aparat penegak hukum. Jokowi berpendapat bahwa penyidikan independensi harus dipertahankan sepenuhnya . Ia menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan hukum yang sama. Menurutnya, prinsip-prinsip ini merupakan dasar utama negara demokratis. Jokowi menjamin proses hukum dilakukan tanpa tekanan.

Jokowi berharap klarifikasi ini akan menyelesaikan yang sedang berlangsung . Ia menilai informasi yang dapat mendukung pendapat publik. Jokowi menegaskan bahwa silaturahmi tidak boleh dianggap sebagai perjanjian hukum. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mempercayai institusi yang berwenang untuk menjalankan proses hukum. Presiden mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berpikir logis. Dia menganggap situasi saat ini sebagai ujian kedewasaan demokrasi.

Pewarta: Mukhlis

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Muhammadiyah Peringatkan Pemerintah: Karhutla Jangan Jadi Bencana Tahunan, Korporasi hingga Pejabat Harus Diusut

21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Apa Kerja Pemerintah?

21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Dipukul Kelompok Berpakaian Preman

21 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Daud Yordan dan Leonardo Yordan Menang di Back to Champion 2026, Rektor Universitas OSO: Kebanggaan Besar Kami

11 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Ketua PB Porprov XIV Ke KONI Pontianak, Satukan Visi Sukseskan Pesta Olahraga Kalbar

1 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Tembus Forum Nasional, Dua Mahasiswa Universitas OSO Ukir Prestasi di Future Leaders Summit 2026

11 September 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional