EraTimes. SPORTS – Tahun 2025 resmi berakhir, meninggalkan banyak catatan buruk tentang sejarah Tim Nasional Indonesia di berbagai tingkatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan secara menyeluruh tidak lagi dapat ditunda.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan seluruh komponen tim nasional diminta untuk melakukan refleksi mendalam yang didasarkan pada evaluasi objektif agar kesalahan besar tahun lalu tidak terulang pada tahun 2026.
Publik sepak bola nasional melihat hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi di seluruh kelompok usia tim nasional pada tahun 2025. Daftar kegagalan tersebut menunjukkan bahwa ada masalah struktural dan teknis yang belum diselesaikan selain kepercayaan masyarakat.
“Fokus menangani Timnas Indonesia, tanpa adanya kelemahan-kelemahan yang dimiliki pendahulunya,” ucap Akmal dikutip dari Kompas.com.
Fokus utama adalah kegagalan Timnas Indonesia senior untuk membuat sejarah melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Kegagalan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan jangka panjang sangat penting bagi tim untuk menjadi kompetitif di tingkat internasional.
Timnas Indonesia U-20 muda juga gagal melaju dari fase grup Piala Asia U-20 2025. Garuda Muda menghadapi tantangan saat bermain melawan tim-tim kuat seperti Iran dan Uzbekistan, yang memiliki organisasi permainan yang lebih baik dan kemampuan serangan yang lebih efektif.
Sementara itu, setelah gagal mencapai final Piala Asia U-23 dan tersingkir di fase grup SEA Games 2025, tim Timnas U-23 dan U-22 juga masuk dalam daftar hitam. Hasil ini menunjukkan masalah yang lebih luas dalam sistem pembinaan pemain muda. Ini mencakup kesinambungan program, kualitas kompetisi usia dini, dan bagaimana klub dan tim nasional berfungsi bersama.
Evaluasi harus berfokus pada reformasi sistem pembinaan yang sistematis, berkelanjutan, dan terukur daripada berhenti pada pergantian individu atau kebijakan jangka pendek. Pada tahun 2026, sepak bola nasional diharapkan menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing di tingkat internasional berkat komitmen kuat PSSI, dukungan seluruh pemangku kepentingan, dan penerapan kebijakan berbasis data dan prestasi.
Pewarta: Mukhlis
Editor: Khoirul









