Menu ✖

Mode Gelap
 

Nasional · 23 Des 2025 18:34 WIB

PKUB Soroti Tantangan Digital dan Kesiapan Umat Hadapi Masa Depan


 PKUB Soroti Tantangan Digital dan Kesiapan Umat Hadapi Masa Depan Perbesar

EraTimes. Jakarta — Perubahan sosial yang cepat, menguatnya polarisasi identitas, serta masifnya arus informasi di ruang digital menjadi tantangan serius bagi kerukunan umat beragama Indonesia ke depan. Isu tersebut mengemuka dalam Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026: Mempersiapkan Umat Masa Depan yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI.

Forum ini menempatkan kerukunan umat beragama tidak lagi sekadar sebagai agenda stabilitas sosial, melainkan sebagai isu ketahanan masyarakat yang harus disiapkan sejak dini. Sejumlah pakar dan pemangku kebijakan hadir dalam sesi pertama Outlook, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, Staf Khusus Menteri Agama Bidang SDM dan Media Ismail Chawidu, Prof. Dr. Kamaruddin Hidayat, serta Nenni Nurhayati, Director of Communications Deep Intelligence Research. Diskusi dipandu oleh Kepala PKUB Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D.

Sekjen Kemenag Prof. Kamaruddin Amin menilai bahwa tantangan kerukunan umat beragama pada 2026 akan semakin dipengaruhi oleh dinamika non-fisik, terutama narasi keagamaan di ruang digital yang kerap terlepas dari konteks sosialnya. Menurutnya, konflik sosial keagamaan hari ini lebih sering dipicu oleh akumulasi ketegangan kecil yang tidak terkelola dengan baik.

“Kerukunan tidak runtuh dalam satu malam. Ia terkikis perlahan oleh miskomunikasi, prasangka, dan narasi yang tidak pernah diklarifikasi,” kata Kamaruddin.

Ia menegaskan bahwa Outlook Kerukunan 2026 menjadi momentum penting untuk menyepakati arah kebijakan yang lebih antisipatif, dengan menempatkan pencegahan dini sebagai kunci menjaga kehidupan beragama yang damai.

Staf Khusus Menteri Agama Ismail Chawidu menambahkan bahwa tantangan terbesar kerukunan hari ini justru muncul dari ruang digital yang tidak memiliki sekat geografis maupun sosial. Menurutnya, satu potongan informasi dapat menyebar luas dan membentuk opini publik sebelum fakta utuh dipahami.

“Kerukunan umat beragama hari ini diuji bukan hanya di rumah ibadah atau ruang publik, tetapi juga di media sosial. Karena itu, literasi digital keagamaan menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Ismail.

Sebagai moderator, Kepala PKUB Kemenag H. Muhammad Adib Abdushomad menekankan bahwa Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 diarahkan untuk menyiapkan umat yang matang secara sosial dan spiritual, bukan hanya menekan angka konflik. Menurutnya, kebijakan kerukunan ke depan harus berbasis data, melibatkan aktor lokal, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah penguatan SI-RUKUN, sistem deteksi dini yang dirancang untuk membaca dinamika sosial keagamaan di tingkat lokal maupun nasional.

“Kerukunan masa depan menuntut kesiapan umat, bukan sekadar kehadiran negara. Outlook ini menjadi ruang untuk menata ulang cara kita merawat perbedaan,” kata Adib.

Dari perspektif akademik, Prof. Dr. Kamaruddin Hidayat mengingatkan bahwa kerukunan yang rapuh sering kali berakar pada kedangkalan pemahaman keagamaan dan lemahnya etika publik. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran beragama yang dewasa dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Nenni Nurhayati menyoroti peran data sosial dan analisis big data dalam membantu negara membaca kecenderungan konflik secara lebih objektif, sehingga kebijakan kerukunan tidak semata didasarkan pada persepsi atau tekanan sesaat.

Melalui Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026, PKUB Kementerian Agama menegaskan bahwa menjaga harmoni di tengah keberagaman bukan pekerjaan sesaat. Kerukunan, dalam konteks masa depan, adalah kerja jangka panjang yang menuntut kewaspadaan, kedewasaan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Muhammadiyah Peringatkan Pemerintah: Karhutla Jangan Jadi Bencana Tahunan, Korporasi hingga Pejabat Harus Diusut

21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Apa Kerja Pemerintah?

21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Dipukul Kelompok Berpakaian Preman

21 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Daud Yordan dan Leonardo Yordan Menang di Back to Champion 2026, Rektor Universitas OSO: Kebanggaan Besar Kami

11 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Ketua PB Porprov XIV Ke KONI Pontianak, Satukan Visi Sukseskan Pesta Olahraga Kalbar

1 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Tembus Forum Nasional, Dua Mahasiswa Universitas OSO Ukir Prestasi di Future Leaders Summit 2026

11 September 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional