EraTimes. MALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Malang bersiap menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) I. Agenda ini menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi, tidak hanya sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat cabang, tetapi juga sebagai titik tolak konsolidasi kader dan penataan arah gerakan ke depan.
Konfercab I ini dirancang untuk mengevaluasi kerja organisasi sekaligus merumuskan strategi pengembangan kader yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang, Syaifudin Zuhri menegaskan bahwa konferensi ini tidak boleh dimaknai sebatas pergantian kepemimpinan, melainkan sebagai ruang refleksi ideologis dan organisatoris.
“Konfercab adalah forum pertanggungjawaban sekaligus peneguhan arah perjuangan GMNI di Kabupaten Malang. Dari sini kita ingin memastikan kaderisasi berjalan terencana dan mampu menjawab tantangan sosial-politik yang semakin kompleks,” ujar Syaifudin Zuhri.
Menurutnya, pasca-Konfercab, DPC GMNI Kabupaten Malang telah menyiapkan sejumlah program pengembangan kader sebagai prioritas utama. Program tersebut meliputi Sekolah Kader, Kelas Sarinah, serta berbagai kelas penguatan kapasitas yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman ideologi Marhaenisme, kepemimpinan, hingga kepekaan sosial kader.
Sekolah Kader akan difokuskan sebagai ruang pembentukan karakter dan militansi kader GMNI. Sementara itu, Kelas Sarinah diarahkan untuk memperkuat peran dan kepemimpinan kader perempuan GMNI agar lebih progresif dan berdaya di ruang publik.
“Kami ingin kader GMNI, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki ruang belajar yang setara dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan Kabupaten Malang memiliki kompleksitas persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran kader-kader muda yang kritis dan berpihak pada rakyat kecil. Mulai dari isu pendidikan, agraria, ketenagakerjaan, hingga persoalan petani dan buruh, menjadi ladang perjuangan yang harus direspons dengan kerja kader yang terorganisir dan berlandaskan ideologi.
Konfercab I ini juga diharapkan menjadi ajang konsolidasi seluruh komisariat GMNI se-Kabupaten Malang. Melalui forum tersebut, DPC ingin memastikan bahwa garis perjuangan organisasi tetap sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme, kerakyatan, dan Marhaenisme yang menjadi fondasi GMNI sejak awal berdiri.
“GMNI tidak boleh tercerabut dari realitas rakyat. Kaderisasi harus melahirkan kader yang berpikir kritis, bertindak kolektif, dan memiliki keberpihakan yang jelas kepada kaum marhaen,” kata Syaifudin.
Dengan digelarnya Konfercab I dan dirumuskannya berbagai program pengembangan kader, DPC GMNI Kabupaten Malang berharap organisasi ini semakin kokoh secara struktural dan matang secara ideologis. Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berubah, GMNI dituntut untuk tetap relevan sebagai gerakan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Pewarta: Muhammad Rohim









