Menu ✖

Mode Gelap
 

Nasional · 22 Agu 2025 21:03 WIB

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Kebijakan Subsidi Perumahan Fokus pada Tanah


 Fahri Hamzah Wamen PKP, di Jakarta Perbesar

Fahri Hamzah Wamen PKP, di Jakarta

Eratimes.id, JAKARTA- Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengusulkan reformasi kebijakan subsidi perumahan dengan mengalihkan fokus dari subsidi cicilan rumah ke subsidi lahan. Menurutnya, langkah ini akan lebih efektif menurunkan harga rumah yang semakin melambung akibat mahalnya harga tanah di kawasan perkotaan.

“Sekarang, pengembang dan konsumen berhadapan langsung dengan harga tanah yang tinggi. Subsidi cicilan tidak menyelesaikan masalah karena yang disubsidi tetap angka yang besar,” kata Fahri dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis (21/8).

Fahri menjelaskan bahwa dengan mengalihkan subsidi ke sektor tanah, harga rumah dapat ditekan hingga lebih dari 50 persen. Ia menilai skema ini akan lebih tepat sasaran, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dengan subsidi tanah, kita bisa menciptakan ekosistem perumahan yang lebih terjangkau. Ini akan mengurangi beban cicilan masyarakat secara signifikan,” tambahnya.

Selain itu, Fahri juga mengusulkan rencana pembangunan hunian vertikal di daerah perkotaan. Pemerintah, menurutnya, akan meniru model pembangunan Singapura yang berhasil membangun satu juta unit rumah vertikal.

“Presiden Prabowo sudah menyatakan bahwa kita tidak perlu malu meniru yang baik. Singapura sukses membangun satu juta rumah vertikal, dan kita akan bergerak ke arah itu,” ujarnya.

Fahri juga menyoroti pemanfaatan aset negara di kawasan bantaran sungai atau pantai yang selama ini menjadi wilayah kumuh. Lahan tersebut, menurutnya, berpotensi untuk dibangun rumah susun setinggi tiga hingga lima lantai.

“Lahan itu milik pemerintah. Daripada dibiarkan kumuh, lebih baik ditata, dibangun rusun, dan menciptakan ruang publik baru,” jelas Fahri.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan ruang kota secara lebih efisien, meningkatkan kualitas permukiman, dan mengatasi backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Muhammadiyah Peringatkan Pemerintah: Karhutla Jangan Jadi Bencana Tahunan, Korporasi hingga Pejabat Harus Diusut

21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Apa Kerja Pemerintah?

21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Dipukul Kelompok Berpakaian Preman

21 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Daud Yordan dan Leonardo Yordan Menang di Back to Champion 2026, Rektor Universitas OSO: Kebanggaan Besar Kami

11 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Ketua PB Porprov XIV Ke KONI Pontianak, Satukan Visi Sukseskan Pesta Olahraga Kalbar

1 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Tembus Forum Nasional, Dua Mahasiswa Universitas OSO Ukir Prestasi di Future Leaders Summit 2026

11 September 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional