Menu ✖

Mode Gelap
 

Redaksi & Kolom · 30 Jan 2026 13:23 WIB

Ramadhan di Depan Mata, Santri Tinggalkan Pesantren Sementara


 Ramadhan di Depan Mata, Santri Tinggalkan Pesantren Sementara Perbesar

EraTimes. Pondok Pesantren – Dari urutan Pondok Pesantren yang ada di bumi Nusantra, penetapan masa libur panjang di bulan Suci Ramadhan kembali menjadi slogan kebanggan bagi santri. Sebagaian pondok pesantren memilih liburan lenih awal sebulum masuk buan Ramadhan, sedangkan yang lain nya menetapkan untuk memilih berlibur di pertengahan Buan Suci Ramadhan, perbedaan kebijakan liburan ini kembali ke aturan pesantren dan internal masing-masing lembaga. Aturan semacam itu telah berlangsung lama dan diterima sebagai dinamika khas pendidikan pesantren.

Bagi para santri, masa liburan bukan sekadar jeda akademik, Libur santai melainkan ruang pemulihan pikiran dan mental. Kegiatan harian di pondok pesantren dikenal sangat padat dan dituntut disiplin tinggi. Banyak santri memanfaatkan waktu liburan untuk menyambut bulan Suci Ramadhan dan mengisinya dengan kegiatan yang positif.

Sejumlah Pondok pesantren. Khususnya Pondok salaf memilih dan mengumumkan liburan terlebih dahulu, seperti Pondok yang tidak asing di dengar seperti: Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Ploso, dan Pondok Pesantren Sidogiri yang menjadi rujukan banyak santri di nusantra ini. Pengumuman tersebut disambut antusias dan gembira oleh ribuan santri dari berbagai macam daerah. Suasana gembira menjadi penantian yang berhari-hari sebelum menjelang kepulangan. Liburan tahun ini dipandang sebagai simbol kegembiraan dan kedisiplinan bagi kalangan para santri.

Sebelum liburan para santri, para masyaikh dan pengasuh pondok pesantrean menyempaikan sebuah pesan penting guna untuk bekal di bulan Suci Ramadhan, santri di minta untuk menjaga kualitas dan kuantitas ibadah selama Ramadhan meski para santri berada di luar pesantren. Santri di himbau untuk menjaga akhlaq, perbanyak membaca Al-Qur’an dan hal-hal positif lain nya. Yang paling penting masaikh berpesan untuk menjaga Akhlaqnya terutama kepada orang tua, keluarga dan sanak famili.

Masa libur santri juga di arahkan untuk memperkuat hubungan sosial di tengah-tengah Masyarakat. Bisa dengan menyambung hubungan silaturrahmi Bersama keluarga besar, teman dan tetangga guna sebagai bentuk wujud soaial. Pesantren menilai kontribusi sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Liburan di bulan suci Ramadhan menjadi momentum kebahagian bagi para santri untuk memperdalam bakti kepada orang tua, kehadiran nya di rumah diharapkan bisa memberi kemanfaatan yang nyata bagi keluarga. Ibadah yang tetap konsisten dan sikap rendah hati menjadi tolak ukur utama. Pesan ini terus diulang dalam setiap akhir tahun ajaran. Harapannya sederhana, santri pulang membawa nilai dan kembali dengan semangat baru.

Pewarta: Mukhlis

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketika Ketegasan Menjadi Wajah Integritas: Apresiasi atas Langkah Cepat KAREG SPPG Kalimantan Barat

1 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Menjamin Mutu Pendidikan Agama Islam dari Kepatuhan Standar Menuju Budaya Refleksi

2 Juli 2026 - 21:53 WIB

Mewujudkan Pendidikan Inklusif melalui Implementasi Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)

7 Juni 2026 - 09:11 WIB

Tanah Oloran dan Sistem Tebasan: Ketika Hukum Adat Masih Jadi Tulang Punggung Kehidupan Tambak Cemandi di Sidoarjo

29 Mei 2026 - 19:05 WIB

Jumat Kliwon di Alun-Alun Batang: Ketika Doa, Sesaji, dan Keyakinan Bertemu dalam Satu Malam

29 Mei 2026 - 18:51 WIB

Pemakzulan dalam Ilusi Ruang Digital: Antara Konstitusi dan Konstruksi Opini

26 April 2026 - 20:02 WIB

Trending di Redaksi & Kolom