Bwrawal dari Dawuh :
الأدب فوق العلم
“Adab diatas ilmu”
Entah ini kalam Arab atau maqolah ulama saya kurang faham, Tetapi masyhur dikalangan masyarakat dan maknanya ditemukan dalam kalam ulama salaf.
Hadlratus syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari mengutip pendapat para ulama, bahwa adab merupakan hasil akhir dari rangkaian tauhid, iman, dan syariat. Ketiganya tidak dapat dipisahkan dalam melahirkan adab. Sehingga orang yang memiliki adab hampir dapat dipastikan memiliki kemampuan menjalankan syariat, keimanan, dan ketauhidan secara benar.
Ada beberapa point memahami kalam diatas ini:
1. Arti adab diatas ilmu ini benar, karena ini hubungan nya dengan maqom yang luhur (Derajat yang tinggi menurut agama). Dan dipandang Secara pengertian adab jauh lebih luas arahnya, Karena Mencakup pengetahuan dan pengamalan Serta hukum sosial. Sedangkan ilmu adalah pengetahuan.
Sehingga muncul istilah:
حسنات الأبرار سيئات المقربين
Kebaikan bagi Orang-orang yang baik itu keburukan bagi Orang-orang yang dekat dengan Alloh ta’ala”
Dalam suatu majelis KH. Holil Yasin pernah mencontokhkan dawuh diatas dengan Cerita imam Ahmad bin Hanbal, yang mana beliau termasuk Ulama Hadis dan Teologi. suatu malam beliau wirid dengan melonjorkan (memanjangkan) satu kakinya. Kemudian tidak lama ada suara tanpa rupa (Hatif) berkata “Jika engkau panjangkan kakimu satu lagi, Maka kewalian mu akan diturunkan”. Ini tentang adab, bukan hanya ilmu.
2. Adab diatas ilmu maksud nya adab itu berjalan dan tidak bertentangan dengan ilmu. Karena kemuliaan adab akan runtuh jika tidak didasari ilmu, semisal wanita muslimah yang sudah mempunyai suami senyum dihadapan setiap lelaki. Ramah wajah dan santun adalah adab, tapi menabrak ilmu agama tentang menjaga fitrah dan fitnah wanita.
Kesimpulan nya, Adab itu luhur derajat nya, namun jangan dibenturkan dengan keutamaan ilmu. Yang benar adalah ilmu yang disertai adab Dan Beradab harus dengan ilmunya (keduanya harus sejalan dan beriringan). Jika seseorang melakukan adab tidak dengan ilmu maka itu dzolim, Dan jika seseorang hanya berilmu saja tanpa adab maka ia tidak bijaksana dan bukan sholihin.
Penulis: Mukhlis









