EraTimes. KUBU RAYA – Masjid Nurul Iman memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat setempat, Ketua Ta’mir Masjid, KH. Homsun Muhyas selaku pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sungai Bunut, hingga da’i asal Mesir yakni Syeh Zainal Abidin sebagai penceramah utama.
Dalam sambutannya, Ketua Ta’mir Masjid Nurul Iman, Ustadz Sahudi, M.Pd, menyampaikan bahwa peringatan Isra’ dan Mi’raj merupakan momentum penting untuk menguatkan kembali keimanan umat Islam, khususnya dalam meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kewajiban Sholat lima waktu. Ia juga mengapresiasi antusiasme jamaah yang memenuhi area masjid sejak pagi hari.
Syeh Zainal Abidin dalam tausiahnya mengulas makna Isra’ dan Mi’raj berdasarkan dalil Al-Qur’an, di antaranya sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang menjelaskan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, serta Surah An-Najm ayat 13–18 yang menerangkan peristiwa Mi’raj. Menurutnya, peristiwa agung ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas ibadah dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Da’i kelahiran Mesir tersebut juga memperkenalkan latar belakangnya kepada jamaah. Ia menempuh pendidikan dasar hingga setara SMA di Mesir, kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Yogyakarta. Saat ini, Syeh Zainal Abidin juga dikenal sebagai Guru Pengajar di salah satu Pondok Pesantren di Yogyakarta, yang aktif membina santri dalam bidang keilmuan dan keagamaan.
Dalam ceramahnya, Syeh Zainal Abidin mengajak jamaah untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bekal utama kehidupan di dunia dan akhirat. Ia menegaskan pentingnya membiasakan diri membaca dan menghayati Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Perbanyak membaca Al-Qur’an sesering mungkin, apabila Al-Qur’an sudah tertanam di dalam hati dan sering dibaca, maka Allah SWT akan memudahkan segala hajat kita, baik di dunia maupun di akhirat, terlebih sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh ampunan,” ujar Syeh Zainal Abidin.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan dana kemanusiaan. Panitia menggalang donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat Palestina di Gaza, serta korban bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh. Aksi sosial ini mendapat respons positif dari jamaah yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
Melalui kotak infak dan donasi langsung dari jamaah, panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.204.000. Dana tersebut merupakan sumbangan sukarela masyarakat setempat sebagai wujud kepedulian untuk membantu masyarakat Palestina di Gaza serta korban bencana di Sumatra dan Aceh.
Acara peringatan Isra’ dan Mi’raj di Masjid Nurul Iman ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Homsun Muhyas. Dalam doanya, ia berharap agar seluruh jamaah yang hadir senantiasa diberikan keselamatan di dunia dan akhirat, memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW, serta mampu mengamalkan nilai-nilai tausiah dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Mukhlis









