Eratimes, PONTIANAK – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dian Eka Muchairi, mendorong mahasiswa di Kalimantan Barat untuk terlibat aktif dalam proses kepemimpinan politik sejak dini. Hal tersebut disampaikan Dian saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM Se-Kalimantan) di Aula Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kamis (6/2/2026).
Menurut Dian, keterlibatan mahasiswa dalam politik tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai perebutan kekuasaan, melainkan sebagai upaya memperjuangkan kepentingan publik melalui cara-cara yang beretika dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual. Politik harus dipahami sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar arena kepentingan,” kata Dian.
Dian menilai, pendidikan politik di lingkungan kampus menjadi kunci untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki integritas dan kepekaan sosial. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik, terutama dalam konteks pengambilan kebijakan publik di daerah.
Dalam forum tersebut, Dian turut memaparkan tantangan kepemimpinan politik di era digital, termasuk derasnya arus informasi dan polarisasi opini publik. Menurut dia, mahasiswa perlu dibekali kemampuan literasi politik dan etika komunikasi agar tidak mudah terjebak dalam disinformasi.
Selain Dian, kegiatan ini juga menghadirkan Komisioner KPU Kalimantan Barat Suryadi serta perwakilan Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suryadi yang membahas peran pemuda dalam pengawasan pemilu dan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Pontianak, Prof. Dr. Dra. Sunarsih, M.Kes, menyatakan bahwa kampus memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu sosial dan politik.
Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Syafi’udi, mengatakan pelatihan ini bertujuan mengurangi sikap apatis mahasiswa terhadap politik serta mendorong lahirnya calon pemimpin muda yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Koordinator Pusat BEM Se-Kalimantan, Danil Huda, dan Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil, menilai kolaborasi antarmahasiswa lintas kampus diperlukan untuk mengawal isu-isu publik di Kalimantan Barat.
Diskusi yang dipandu moderator Lidya Paristi berlangsung interaktif, dengan fokus pada strategi kepemimpinan politik muda dan tantangan demokrasi ke depan.
Melalui kegiatan ini, Dian Eka Muchairi berharap mahasiswa Kalimantan Barat dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan demokrasi, baik melalui jalur akademik, sosial, maupun politik, dengan tetap menjunjung nilai integritas dan kepentingan publik.(msy)









