Kabar kurang enak yang datang dari Spanyol ia adalah Barcelona. Setelah pertandingan internasional dengan Timnas Brasil, Raphinha, pemain depan utama tim, dilaporkan mengalami cedera yang serius. Situasi ini langsung menimbulkan kemarahan di dalam klub Barcelona, dan anggota staf pelatih disebut “siaga penuh”.
Menurut laporan Diario Sport, kubu pelatih yang dipimpin Hansi Flick merasa perjalanan internasional tersebut tidak perlu dan juga menganggap tidak begitu penting dibandingkan liga Eropa lainnya.
Perjalanan lintas benua, perbedaan waktu yang signifikan, dan jadwal yang mendekati akhir musim klub menjadi perhatian utama. Selain itu, kesehatan fisik Raphinha belum stabil sepenuhnya. Alhasil, keputusan tetap memainkan sang pemain dianggap terlalu berani.”Apalagi melihat kondisi cedera baru-baru ini, ditambah perjalanan jauh, perbedaan waktu yang menguras tenaga, serta jadwal padat menjelang akhir musim dan Piala Dunia.”
Dengan demikian, Barcelona mulai mempertimbangkan kembali strategi mereka untuk memilih pemain yang bermain di tingkat internasional. Cedera Raphinha jelas berdampak pada tim, apalagi dengan banyak pertandingan penting di depan. “Mereka merasa tidak ada kebutuhan untuk memainkannya di laga persahabatan akhir musim,” tulis Diario Sport.
Fokus utama Barcelona sekarang adalah memastikan Raphinha sembuh secepat mungkin. Namun, peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa agenda internasional klub dapat berubah menjadi bahaya besar. Tidak diatur dengan tepat dapat menyebabkan hasil yang fatal, seperti penurunan kinerja tim dan ancaman terhadap target musim.









