EraTimes. Pondok Pesantren – Dari urutan Pondok Pesantren yang ada di bumi Nusantra, penetapan masa libur panjang di bulan Suci Ramadhan kembali menjadi slogan kebanggan bagi santri. Sebagaian pondok pesantren memilih liburan lenih awal sebulum masuk buan Ramadhan, sedangkan yang lain nya menetapkan untuk memilih berlibur di pertengahan Buan Suci Ramadhan, perbedaan kebijakan liburan ini kembali ke aturan pesantren dan internal masing-masing lembaga. Aturan semacam itu telah berlangsung lama dan diterima sebagai dinamika khas pendidikan pesantren.
Bagi para santri, masa liburan bukan sekadar jeda akademik, Libur santai melainkan ruang pemulihan pikiran dan mental. Kegiatan harian di pondok pesantren dikenal sangat padat dan dituntut disiplin tinggi. Banyak santri memanfaatkan waktu liburan untuk menyambut bulan Suci Ramadhan dan mengisinya dengan kegiatan yang positif.
Sejumlah Pondok pesantren. Khususnya Pondok salaf memilih dan mengumumkan liburan terlebih dahulu, seperti Pondok yang tidak asing di dengar seperti: Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Ploso, dan Pondok Pesantren Sidogiri yang menjadi rujukan banyak santri di nusantra ini. Pengumuman tersebut disambut antusias dan gembira oleh ribuan santri dari berbagai macam daerah. Suasana gembira menjadi penantian yang berhari-hari sebelum menjelang kepulangan. Liburan tahun ini dipandang sebagai simbol kegembiraan dan kedisiplinan bagi kalangan para santri.
Sebelum liburan para santri, para masyaikh dan pengasuh pondok pesantrean menyempaikan sebuah pesan penting guna untuk bekal di bulan Suci Ramadhan, santri di minta untuk menjaga kualitas dan kuantitas ibadah selama Ramadhan meski para santri berada di luar pesantren. Santri di himbau untuk menjaga akhlaq, perbanyak membaca Al-Qur’an dan hal-hal positif lain nya. Yang paling penting masaikh berpesan untuk menjaga Akhlaqnya terutama kepada orang tua, keluarga dan sanak famili.
Masa libur santri juga di arahkan untuk memperkuat hubungan sosial di tengah-tengah Masyarakat. Bisa dengan menyambung hubungan silaturrahmi Bersama keluarga besar, teman dan tetangga guna sebagai bentuk wujud soaial. Pesantren menilai kontribusi sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Liburan di bulan suci Ramadhan menjadi momentum kebahagian bagi para santri untuk memperdalam bakti kepada orang tua, kehadiran nya di rumah diharapkan bisa memberi kemanfaatan yang nyata bagi keluarga. Ibadah yang tetap konsisten dan sikap rendah hati menjadi tolak ukur utama. Pesan ini terus diulang dalam setiap akhir tahun ajaran. Harapannya sederhana, santri pulang membawa nilai dan kembali dengan semangat baru.
Pewarta: Mukhlis









