EraTimes. KEDIRI – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, saat ratusan santri mulai bersiap kembali ke daerah asal. Sebanyak 250 santri asal Kalimantan Barat resmi diberangkatkan untuk menikmati masa libur panjang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Prosesi pemulangan massal ini ditandai dengan seremoni pelepasan yang dipimpin langsung oleh perwakilan Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo (BPKP2L), Agus Abdul Mu’id Shohib. Dalam arahannya, beliau menitipkan pesan agar para santri mengamalkan ilmu yang sudah di dapat selama di pesantren.
Manajemen Kepulangan yang Terorganisir
Agenda tahunan ini dikelola secara ketat oleh Tim Mudik Santri (TIMSAR) Lirboyo. Mengingat jumlah santri yang mencapai ribuan, proses pemulangan lintas provinsi ini dilaksanakan secara bertahap selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 29 hingga 30 Januari 2026.
Keberangkatan kloter pertama telah dimulai sejak Kamis pagi pukul 08.00 WIB. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para santri, panitia telah memetakan moda transportasi berdasarkan wilayah tujuan:
• Jalur Darat: Armada bus disediakan bagi santri dengan tujuan wilayah Pulau Jawa hingga Sumatra.
• Jalur Laut & Udara: Bagi santri luar pulau, seperti Kalimantan Barat, panitia mengoordinasikan keberangkatan melalui kapal laut dan pesawat terbang sesuai dengan kebutuhan logistik perjalanan.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh santri dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat dan tepat waktu untuk merayakan momen Ramadan bersama keluarga. Dengan pengawalan ketat dari tim internal, kepulangan tahun ini diharapkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Masa libur panjang ini akan berakhir pada awal April mendatang. Seluruh santri dijadwalkan sudah harus kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo pada 05 April 2026. Pihak pengurus mengimbau para santri untuk kembali tepat waktu guna menjaga kedisiplinan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Penulis: Jamal Muhammad









