Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah · 9 Mar 2026 01:38 WIB

Wali Kota Pontianak Meriahkan Tradisi Tudang Manre Sipulung


 Wali Kota Pontianak Meriahkan Tradisi Tudang Manre Sipulung Perbesar

EraTimes. Pontianak – Edi Rusdi Kamtono Wali Kota Pontianak, menghadiri kegiatan Tudang Manre Sipulung yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Orang Bugis Kalimantan Barat. Tradisi makan bersama masyarakat Bugis ini berlangsung di Hotel Ibis yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Minggu (08/03/2026).

Dalam bahasa Bugis, istilah tudang memiliki arti duduk, manre berarti makan, dan sipulung berarti bersama. Secara sederhana, Tudang Manre Sipulung dimaknai sebagai kegiatan duduk dan makan bersama. Namun lebih dari itu, tradisi ini mengandung makna kebersamaan, persaudaraan, serta ungkapan rasa syukur yang telah lama dijaga oleh masyarakat Bugis sebagai bagian dari nilai budaya mereka.

Di Kota Pontianak, tradisi ini juga menjadi wadah berkumpulnya berbagai komunitas masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, budaya Bugis diperkenalkan dan dirayakan bersama, mulai dari suasana kebersamaan hingga hidangan khas yang disajikan sebagai bagian dari rangkaian acara.

Karena berlangsung pada bulan Ramadan, suasana acara terasa lebih hangat. Menjelang waktu berbuka puasa, para tamu disuguhi pertunjukan budaya seperti musik dan tarian khas Bugis yang membuka rangkaian kegiatan.

Saat waktu berbuka tiba, berbagai hidangan khas Bugis mulai disajikan. Di antaranya jalangkote, doko-doko, bolu peca, dan kurma sebagai pembuka. Menu utama yang disediakan antara lain burasa, lepat lau, sambal udang kentang, coto Makassar, rendang, serta kopi Toraja Sapan dan Seko. Hidangan penutup seperti es pisang ijo dan saraba juga turut melengkapi suasana berbuka bersama.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan tradisi Tudang Manre Sipulung menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat di Kota Pontianak. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjaga budaya Bugis tetap hidup, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antarwarga dari berbagai latar belakang.

“Pontianak ini kota yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Tradisi seperti Tudang Manre Sipulung menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi perekat persaudaraan sekaligus memperkaya kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah perubahan zaman dan perkembangan kota yang semakin pesat, tradisi Tudang Manre Sipulung tetap memiliki makna penting bagi masyarakat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih dijaga dan dihormati. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan serta menjaga hubungan antar masyarakat di Kota Pontianak.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak Hari Santri 2026 dan HUT Kota Pontianak, Yayasan PP Miftahul Huda Gelar Jalan Sehat dan Bazar

22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

PT GAN Dukung Penanganan Karhutla di Lima Desa, Salurkan Peralatan hingga Bantuan Operasional

19 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Apresiasi Ketum KONI Kalbar Atas Komitmen Liga Basket Walikota Cup, Ajang Tempa Talenta Lokal

18 Oktober 2026 - 20:29 WIB

KONI Kalbar Apresiasi Upaya Standarisasi Wasit Pickle Oleh IPF

15 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Konsolidasi Sukseskan Poprov, KONI Kalbar Audiensi Ke Kapolda

7 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Warga Mega Timur Desak Transparansi APBDes 2026, Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas?

7 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Trending di Daerah