ERATIMES – Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) C Meranti, Wahrisi, menyatakan penolakannya terhadap pelaksanaan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang diarahkan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar).
Menurut Wahrisi, PKKMB merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan akademik, sistem perkuliahan, serta kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Oleh karena itu, kegiatan kaderisasi organisasi seperti MAPABA seharusnya dilaksanakan secara terpisah dan berdasarkan kesadaran serta kemauan masing-masing mahasiswa.
“MAPABA adalah proses kaderisasi yang harus dijalani secara sukarela, bukan karena adanya tekanan atau kewajiban dalam kegiatan PKKMB. Kader yang berkualitas lahir dari kesadaran untuk belajar, berproses, dan berjuang, bukan dari paksaan,” ujar Wahrisi.
Ia menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki hak untuk menentukan pilihan organisasinya sendiri tanpa adanya intervensi atau tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, kebebasan mahasiswa dalam memilih organisasi merupakan bagian dari nilai demokrasi dan kebebasan berpikir yang harus dijaga di lingkungan perguruan tinggi.
Wahrisi berharap seluruh pihak dapat menghormati pilihan mahasiswa baru dan menjadikan kaderisasi organisasi sebagai ruang pengembangan diri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Dengan demikian, organisasi kemahasiswaan dapat melahirkan kader-kader yang memiliki komitmen, loyalitas, dan kualitas yang baik dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Jangan buat kader paksaan agar kadernya berkualitas,” tegasnya.









