Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah · 14 Sep 2026 22:00 WIB

HMI Cabang Kabupaten Malang Ambil Sikap Terkait Bendungan Lahor, Minta Aspirasi Warga Tetap Dikawal


 Fahmi Aziz Ketua HMI Cabang Kabupaten Malang. Foto/Istimewa. Perbesar

Fahmi Aziz Ketua HMI Cabang Kabupaten Malang. Foto/Istimewa.

ERATIMES – Polemik mengenai akses menuju Bendungan Lahor di Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mendapat perhatian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Malang.

HMI menilai persoalan tersebut tidak tepat jika hanya ditempatkan sebagai perselisihan antara pihak-pihak tertentu. Di balik polemik itu terdapat kepentingan masyarakat yang berkaitan dengan akses mobilitas, pengelolaan infrastruktur vital, serta aspek keselamatan bendungan.

Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Malang, Fahmi Aziz, menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun. HMI juga menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan seluruh pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“HMI tidak berada pada posisi membenarkan tindakan kekerasan dari pihak mana pun. HMI menghormati proses hukum dan menyerahkan pembuktian kepada aparat penegak hukum. Namun, substansi aspirasi masyarakat terkait akses Bendungan Lahor harus tetap dikawal melalui mekanisme demokratis,” ujar Fahmi Aziz, (14/9/2026).

Selain persoalan hukum, HMI meminta kebijakan mengenai akses Bendungan Lahor dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Dasar hukum, pertimbangan teknis, faktor keselamatan, hingga dampak terhadap warga dinilai perlu disampaikan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

HMI menganggap kebutuhan akses masyarakat dan keamanan bendungan bukan dua kepentingan yang harus saling berhadapan. Keduanya dinilai dapat dicari titik temunya melalui kajian yang objektif serta kebijakan yang transparan.

Untuk itu, HMI mendorong adanya forum bersama yang mempertemukan pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Malang, pengelola bendungan, masyarakat terdampak, akademisi, dan pihak terkait lainnya. Pembahasan diharapkan tidak sebatas soal membuka atau menutup akses, tetapi mencari solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

HMI Cabang Kabupaten Malang juga menyatakan siap ikut mengawal penyelesaian persoalan tersebut dengan pendekatan intelektual, berbasis data dan argumentasi. Langkah itu dinilai penting agar polemik Bendungan Lahor tidak melebar menjadi konflik horizontal antara masyarakat maupun dengan institusi negara.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak Hari Santri 2026 dan HUT Kota Pontianak, Yayasan PP Miftahul Huda Gelar Jalan Sehat dan Bazar

22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

PT GAN Dukung Penanganan Karhutla di Lima Desa, Salurkan Peralatan hingga Bantuan Operasional

19 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Apresiasi Ketum KONI Kalbar Atas Komitmen Liga Basket Walikota Cup, Ajang Tempa Talenta Lokal

18 Oktober 2026 - 20:29 WIB

KONI Kalbar Apresiasi Upaya Standarisasi Wasit Pickle Oleh IPF

15 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Konsolidasi Sukseskan Poprov, KONI Kalbar Audiensi Ke Kapolda

7 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Warga Mega Timur Desak Transparansi APBDes 2026, Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas?

7 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Trending di Daerah