EraTimes. Kubu Raya – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kubu Raya menggelar kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama Prof. KH. Said Aqil Siraj dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama di Kantor PCNU Kabupaten Kubu Raya, Minggu (16/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pengurus, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah sebagai bagian dari peringatan satu abad perjalanan NU di Indonesia.
Selain kajian kebangsaan, acara juga dirangkai dengan peresmian Gedung PCNU Kabupaten Kubu Raya yang dilakukan langsung oleh Bupati Kubu Raya. Momentum ini menjadi simbol penguatan kelembagaan sekaligus upaya mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga nilai keagamaan dan kebangsaan.
Peresmian gedung dilakukan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos, dengan penandatanganan prasasti. Prosesi ini menandai bahwa aula dan sekretariat PCNU Kubu Raya resmi digunakan untuk kegiatan organisasi. Acara tersebut disaksikan oleh para pengurus dan tamu undangan yang hadir. Diharapkan gedung ini dapat menunjang aktivitas PCNU Kubu Raya ke depan.
Ketua PCNU Kubu Raya, KH. Jauhari, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas usia Nahdlatul Ulama yang telah mencapai satu abad menurut kalender Masehi. Ia menilai peringatan Harlah ke-100 ini sebagai momen bersejarah dan sangat langka. Menurutnya, tidak semua generasi memiliki kesempatan menyaksikan usia organisasi mencapai 100 tahun.
“Hari ini kita dapat melihat dan merayakan satu abad NU. Seratus tahun bukan waktu yang sebentar, melainkan perjalanan yang panjang. Kita patut bersyukur karena belum tentu kita bisa menyaksikan peringatan seratus tahun berikutnya di masa mendatang,” ujar KH. Jauhari.
Menurut KH. Jauhari, peringatan harlah satu abad Masehi ini terasa semakin bermakna karena bersamaan dengan peresmian gedung baru PCNU Kubu Raya yang telah lama direncanakan. Ia menyebut momen tersebut sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan fasilitas organisasi yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
“Harlah satu abad NU kali ini kita rangkai dengan peresmian Gedung NU beserta aulanya. Alhamdulillah, atas izin Allah, pembangunan gedung ini telah selesai beberapa hari yang lalu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat serta pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pembangunan. Menurutnya, kontribusi berbagai pihak sangat membantu hingga gedung tersebut dapat berdiri dan digunakan saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada Bupati yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan ini. Setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan gedung dan aulanya. Alhamdulillah semuanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat,” tutup KH. Jauhari.









