Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah · 12 Apr 2026 11:53 WIB

Kawal Urat Nadi Pedalaman, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Operasional Penerbangan Perintis di Distrik Manggelum


 Satgas Yon Parako 466. Foto/Istimewa Perbesar

Satgas Yon Parako 466. Foto/Istimewa

ERATIMES. Kab. Boven Digoel — Kehadiran Satgas Yon Parako 466 Pasgat di wilayah pedalaman dan perbatasan tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, aparat TNI juga memegang peranan vital dalam memastikan urat nadi kehidupan, termasuk kelancaran transportasi dan distribusi logistik bagi masyarakat dan prajurit di lapangan, tetap berjalan aman.

Hal ini terlihat dari aktivitas pengamanan ketat yang dilakukan oleh sejumlah prajurit TNI di sebuah landasan pacu (airstrip) perintis yang berlokasi di tengah kawasan hutan pedalaman.

Berdasarkan pantauan di lapangan, prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas bersiaga penuh dengan perlengkapan tempur, senjata laras panjang, dan alat komunikasi taktis. Mereka melakukan pengamanan perimeter saat sebuah pesawat perintis berbaling-baling tunggal, yang menjadi satu-satunya akses transportasi udara tercepat di wilayah tersebut, mendarat dan lepas landas.

Selain menjaga keamanan area bandara perintis, sebagian prajurit bertugas memandu jalannya pesawat (marshalling) menggunakan tongkat isyarat untuk memastikan pesawat parkir di area yang aman.

Terlihat Tim keamanan TNI, termasuk operator radio komunikasi, melakukan pemantauan perimeter landasan untuk memastikan area steril dari ancaman.

Pengamanan objek vital seperti landasan udara perintis ini sangat krusial. Wilayah dengan topografi pegunungan dan hutan lebat memiliki tingkat kerawanan tersendiri, baik dari segi cuaca ekstrem yang bisa berubah seketika, maupun potensi gangguan keamanan lainnya. Oleh karena itu, komunikasi radio dengan pos komando dan kewaspadaan tingkat tinggi terus dijaga oleh para prajurit yang berjaga di tepian landasan.

Selain mengamankan alutsista udara, fokus utama lainnya adalah pengawalan distribusi logistik. Setelah pesawat mendarat, prajurit langsung membongkar dan mendata muatan yang terdiri dari berbagai kebutuhan pokok. Barang-barang yang dikemas dalam kardus, karung beras, dan bungkusan plastik berlapis lakban tersebut berisi suplai bahan makanan dan kebutuhan operasional.

“Logistik ini ibarat “nyawa” bagi mereka yang berada di pos-pos terpencil, maupun bagi masyarakat sekitar yang akses daratnya masih sangat terbatas.” ujar Danpos Satgas Yon Parako 466, Kapten Pas Gugus.

Setelah proses bongkar muat selesai dan pesawat bersiap untuk kembali mengudara, personel TNI tetap berada di posisi tempur mereka di sisi landasan. Mereka terus mengawasi hingga pesawat benar-benar lepas landas dan menghilang di balik awan.

Dedikasi tanpa henti dari para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pemerataan logistik di seluruh pelosok negeri, menembus batas-batas geografis yang menantang.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak Hari Santri 2026 dan HUT Kota Pontianak, Yayasan PP Miftahul Huda Gelar Jalan Sehat dan Bazar

22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

PT GAN Dukung Penanganan Karhutla di Lima Desa, Salurkan Peralatan hingga Bantuan Operasional

19 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Apresiasi Ketum KONI Kalbar Atas Komitmen Liga Basket Walikota Cup, Ajang Tempa Talenta Lokal

18 Oktober 2026 - 20:29 WIB

KONI Kalbar Apresiasi Upaya Standarisasi Wasit Pickle Oleh IPF

15 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Konsolidasi Sukseskan Poprov, KONI Kalbar Audiensi Ke Kapolda

7 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Warga Mega Timur Desak Transparansi APBDes 2026, Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas?

7 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Trending di Daerah