EraTimes. Kalimantan Barat – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (26/02/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mendesak pembenahan menyeluruh di tubuh Polri. Meski diikuti massa cukup besar, kegiatan berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan.
Ketika massa membakar ban sebagai simbol protes, situasi sempat memanas. Namun, tindakan tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas umum di lokasi. Para siswa yang menilai program MBG harus diperbaiki agar benar-benar tepat sasaran dan diawasi secara ketat.
Massa juga menekankan pentingnya reformasi polisi selain masalah tersebut. Mereka berharap sistem pengawasan internal dan penegakan disiplin diperbaiki untuk mencegah kasus-kasus sebelumnya. Perwakilan Dewan yang berbicara dengan massa menyatakan bahwa mereka akan menerima aspirasi tersebut dan akan mengirimkannya ke pemerintah pusat.
Menurut Indah, perwakilan koordinator aksi, dua tuntutan utama adalah fokus demonstrasi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menginginkan perubahan di permukaan, tetapi evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan sistem yang ada. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah berbagai persoalan serupa di masa mendatang.
Sementara itu, Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, mengatakan bahwa keinginan mahasiswa mencakup berbagai hal, mulai dari infrastruktur dan pendidikan hingga program MBG yang paling diprioritaskan. Pihak DPRD akan memeriksa masukan tersebut sesuai dengan wewenang mereka, kata dia.
Mahasiswa menyatakan bahwa mereka akan terus melihat bagaimana tuntutan yang disampaikan berkembang dan akan kembali beraksi jika pemerintah tidak melakukan sesuatu. Selain itu, mereka mengharapkan kebijakan yang akan datang benar-benar mempertimbangkan kepentingan umum.









